Kreditur dari bursa kripto FTX yang telah bangkrut akan menerima dana sebesar $1,6 miliar pada akhir bulan ini sebagai bagian dari distribusi ketiga dalam upaya pengembalian dana klien. Informasi ini diumumkan oleh FTX Recovery Trust pada Jumat lalu.
Pembagian Dana untuk Empat Kelompok Kreditur
Menurut keterangan resmi, pembayaran akan dilakukan pada 30 September 2025 kepada empat kelompok kreditur. Nilai distribusi yang diterima akan berkisar antara 78% hingga 120% dari total kepemilikan mereka di FTX saat bursa tersebut kolaps pada November 2022.
Dana akan disalurkan melalui mitra platform, yakni Bitgo, Kraken, serta Payoneer. Ini menandai fase ketiga dari rencana pemulihan aset FTX yang sudah berjalan sejak tahun lalu.
Awal Mula Krisis FTX
FTX sebelumnya dikenal sebagai salah satu bursa kripto terbesar yang memungkinkan pengguna untuk membeli, menjual, dan berspekulasi pada harga aset digital utama. Namun, krisis terjadi karena ulah CEO eksentrik Sam Bankman-Fried (SBF) bersama tim terdekatnya.
Mereka terbukti menyalahgunakan dana nasabah untuk menutup kerugian dari transaksi berisiko yang dilakukan oleh perusahaan afiliasi FTX, yaitu Alameda Research.
Akibatnya, pada 2022 FTX menyatakan bangkrut dengan kerugian miliaran dolar yang membuat banyak investor kehilangan aset mereka.
FTX Recovery Trust dan Upaya Pemulihan
Pengacara senior John J. Ray III yang ditunjuk sebagai pengelola proses pemulihan, menyebut kasus FTX bahkan melampaui kebangkrutan besar Enron di awal 2000-an. Hingga kini, total dana yang berhasil dikumpulkan FTX untuk dikembalikan kepada kreditur telah mencapai lebih dari $5 miliar.
Ray menekankan bahwa meski prosesnya panjang dan rumit, fokus utama tim adalah memastikan sebanyak mungkin dana investor dapat dipulihkan.
Hukuman untuk Sam Bankman-Fried
Sam Bankman-Fried sendiri telah ditangkap, diadili, dan terbukti bersalah atas kasus penipuan besar-besaran. Ia kini menjalani hukuman 25 tahun penjara di California Selatan.
Beberapa tokoh kunci dalam lingkaran dalam FTX juga memberikan kesaksian memberatkan, termasuk:
- Gary Wang, salah satu co-founder FTX
- Caroline Ellison, mantan CEO Alameda Research
- Nishad Singh, mantan kepala teknik FTX
Jaksa menyebut skema yang dijalankan Bankman-Fried sebagai salah satu penipuan finansial terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
